
Optimisme tinggi menyelimuti prospek pasar modal Indonesia di tahun 2026. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan proyeksi yang sangat positif dengan menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level keramat 10.000 pada tahun ini. [cite_start]Pernyataan ini didasarkan pada keyakinan akan pertumbuhan ekonomi nasional yang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya[cite: 1152].
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didukung oleh sinergi kebijakan yang semakin kuat antara otoritas fiskal dan moneter. Menkeu menyoroti bahwa kebijakan moneter dari Bank Indonesia yang lebih sinkron dengan kebijakan pemerintah akan menjadi pendorong utama stabilitas dan pertumbuhan. [cite_start]Hal ini menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku pasar untuk menanamkan modalnya di Indonesia[cite: 1152].
Pernyataan optimis dari pemangku kebijakan fiskal tertinggi ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi investor, baik domestik maupun asing. [cite_start]Target IHSG 10.000 kini dianggap bukan sekadar angka mustahil, melainkan tujuan realistis yang menandakan adanya koordinasi kebijakan ekonomi yang solid dan prospek fundamental makroekonomi Indonesia yang semakin kokoh di tahun 2026[cite: 1152].
